Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Perbukitan Sengkol ||  Benda Diduga Amunisi Melekat di Tubuh Korban

TaraNews.Oneline – Aparat Polsek Pujut bersama Tim INAFIS Polres Lombok Tengah bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di sebuah pohon, Minggu (29/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Gunung Pedau, tepatnya di Dusun Ebangah, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Lokasi penemuan berada di area perbukitan, tepat di atas sebuah kafe.

Penemuan jasad korban menyita perhatian warga karena sejumlah kejanggalan di lokasi kejadian. Selain posisi tubuh korban yang tergantung, ditemukan pula benda yang menempel di tubuh korban yang diduga menyerupai amunisi. Kejanggalan lain, kaki korban diketahui masih menyentuh sebuah batu meski dalam kondisi terikat.

Informasi mengenai kondisi tersebut juga diperkuat oleh foto dan video yang beredar di tengah masyarakat. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan pendalaman untuk memastikan jenis benda tersebut serta kaitannya dengan penyebab kematian korban.

Kapolsek Pujut, IPTU M. Muhtar, S.H., menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 07.00 WITA mengenai adanya penemuan mayat laki-laki yang tergantung di bawah pohon.

“Mendapat laporan tersebut, kami bersama anggota SPKT Polsek Pujut langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Lombok Tengah untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh.

Korban diketahui berinisial M, warga Desa Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Dalam penanganan kasus ini, aparat kepolisian telah melakukan serangkaian langkah, di antaranya olah TKP, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan pada tubuh korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas terdekat guna penanganan medis awal sebelum proses lanjutan dilakukan.Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *