TaraNews.Online – Nadira Ramayanti akhirnya buka suara terkait isu yang menyeret namanya dalam dugaan hubungan khusus dengan Bupati Dompu. Klarifikasi tersebut disampaikan Nadira pada Rabu (11/03/2026) setelah namanya ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Isu tersebut mencuat setelah beredarnya potongan percakapan dari aplikasi pesan singkat yang diduga berasal dari ponsel Nadira Ramayanti. Cuplikan percakapan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik mengenai dugaan kedekatannya dengan Bupati Dompu.
Diketahui, Nadira Ramayanti merupakan anggota jajaran Polda NTB dan masih berstatus sebagai istri sah anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Marga Harun, SH., MH. Marga Harun sendiri merupakan putra dari Syirajuddin, SH., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Dompu setelah memenangkan Pilkada Dompu 2024 berpasangan dengan Bupati Bambang Firdaus, SE.Dalam pernyataan tertulis yang diterima media pada Kamis (12/03/2026), Nadira menjelaskan bahwa saat ini dirinya sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya di Pengadilan Agama Kota Mataram.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak November 2025 keduanya sudah tidak lagi tinggal bersama.
“Bahwa saat ini saya sedang menjalani proses perceraian dengan suami saya melalui Pengadilan Agama Mataram, dan sejak sekitar bulan November 2025 kami telah hidup terpisah serta tidak lagi tinggal serumah,” ujar Nadira dalam klarifikasinya.
Menurutnya, persoalan rumah tangga tersebut merupakan urusan pribadi yang sedang diselesaikan melalui jalur hukum. Ia berharap publik dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Terkait isu komunikasi dengan Bupati Dompu, Nadira mengakui pernah terjadi komunikasi melalui media elektronik. Namun, komunikasi tersebut berawal dari interaksi dengan salah satu tim Bupati Dompu sebelum berlanjut melalui aplikasi WhatsApp.
“Komunikasi tersebut pada dasarnya berkaitan dengan penyampaian beberapa pandangan serta hal-hal yang saya ketahui terkait dinamika yang berkembang di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai komunikasi tersebut merupakan hal yang wajar antara masyarakat dengan kepala daerah dan tidak memiliki tujuan lain selain menyampaikan pandangan pribadi.
Nadira juga menegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk menjelekkan ataupun merugikan pihak mana pun. Ia membantah keras berbagai tudingan yang menyebut adanya hubungan khusus antara dirinya dengan Bupati Dompu.
“Saya menegaskan bahwa tidak pernah ada hubungan pribadi maupun hubungan khusus antara saya dengan Bapak Bupati Dompu sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak di media sosial,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nadira menilai potongan percakapan yang beredar di media sosial sangat mungkin merupakan informasi yang tidak utuh sehingga memicu penafsiran yang keliru di tengah masyarakat.
Ia mengaku merasa dirugikan secara pribadi atas berbagai narasi yang berkembang, terlebih sebagai seorang perempuan yang harus menghadapi sorotan publik akibat isu tersebut.
Melalui klarifikasi tersebut, Nadira berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial secara bijak serta tidak langsung mempercayai kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Saya berharap masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang sebenarnya serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum tentu kebenarannya,” tutupnya.
Sumber: tamborapress.com