Momen Idulfitri || Kapolres dan Bupati Lombok Tengah Berbagi dengan Tahanan

TaraNews.Oneline – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Polres Lombok Tengah diisi dengan kegiatan penuh makna. Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K bersama Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri, S.IP., M.A.P melaksanakan halal bihalal sekaligus memberikan makanan kepada para tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Lombok Tengah, Rabu 25/3/2026.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian serta pendekatan humanis kepada para tahanan. Momentum Idulfitri dimanfaatkan untuk memberikan motivasi sekaligus pembinaan moral kepada para warga binaan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri mengajak para tahanan untuk menjadikan kondisi yang tengah dihadapi sebagai pelajaran berharga dalam kehidupan. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri serta memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, taat hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap setelah menjalani proses hukum, nantinya dapat kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih positif dan produktif,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Bupati juga menyampaikan ucapan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin, serta doa agar seluruh pihak senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan.

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pendekatan yang humanis, tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam pembinaan terhadap para tahanan.

“Momentum Idulfitri ini kami manfaatkan untuk berbagi dan memberikan semangat kepada para tahanan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran, memperkuat mental, serta memotivasi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian sosial semakin tumbuh. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan agar para tahanan dapat mengambil hikmah dari pengalaman yang dijalani dan tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *